Bojonegoro, Jawa timur – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kepoh II Kepohbaru menggelar tasyakuran sebagai tanda kesiapan operasional layanan pemenuhan gizi. Kegiatan berlangsung di Dusun Bakalan, Desa Kepoh, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (10/4/2026) malam.
Tasyakuran ini diselenggarakan oleh SPPG Kepoh II Kepohbaru bersama Yayasan Dapur Assolichun sebagai pengelola dapur, serta dihadiri kepala dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di bawah naungan Badan Gizi Nasional, yang merupakan kebijakan prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Tasyakuran digelar sebagai bentuk rasa syukur atas kesiapan operasional layanan setelah melalui proses persiapan yang cukup panjang, sekaligus sebagai upaya memohon kelancaran dan keberkahan dalam pelaksanaan program.
Rangkaian acara dilaksanakan melalui doa bersama dan istighosah yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.
Seluruh peserta turut mendoakan agar layanan SPPG dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat optimal bagi penerima manfaat.
Perwakilan SPPG Kepoh II, Ahmad Rillo Kurniawan, menyampaikan bahwa tasyakuran ini menjadi penanda dimulainya layanan.
“Tasyakuran ini merupakan wujud rasa syukur atas kesiapan operasional, sekaligus menjadi penanda bahwa layanan SPPG Kepoh II siap dimulai. Kami berharap pelaksanaannya berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi penerima manfaat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Hj. Siti Khotimah yang menegaskan bahwa kegiatan tasyakuran menjadi bagian dari kesiapan sebelum layanan resmi dijalankan.
“Melalui tasyakuran ini, kami memohon doa agar pelaksanaan layanan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat optimal bagi penerima manfaat,” katanya.
SPPG Kepoh II dijadwalkan mulai beroperasi pada Senin, 13/4/2026, dengan target menjangkau kebutuhan gizi sasaran program secara optimal melalui penyediaan makanan bergizi.
Ke depan, SPPG Kepoh II diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat distribusi makanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas kesehatan penerima manfaat serta mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas.
Dengan dimulainya operasional ini, kehadiran SPPG Kepoh II diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat pemenuhan gizi bagi penerima manfaat serta memberikan dampak berkelanjutan bagi kualitas generasi mendatang.*(Red)