Surabaya LintasJatim.site Aliansi Madura Indonesia (AMI) menyatakan protes keras terhadap pernyataan anggota DPR RI, Aboe Bakar Al-Habsyi, yang dianggap menyudutkan ulama dan pesantren Madura terkait isu narkoba.
Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk penghinaan serius terhadap marwah ulama dan pesantren.
“Ini bukan sekadar salah ucap, tapi sudah mencederai nama baik ulama dan pesantren,” tegasnya.
Dewan Penasehat AMI, Gus Khoiron, juga menyampaikan bahwa tuduhan tersebut melukai perasaan masyarakat Madura. Ia menegaskan bahwa pesantren adalah pusat pendidikan moral yang tidak pantas dikaitkan dengan hal negatif tanpa bukti.
Sebagai bentuk respons, AMI akan menggelar aksi demonstrasi pada 14–15 April 2026 di Kantor PKS Jawa Timur dan Surabaya. Sekitar 2.000 massa ditargetkan ikut serta, terdiri dari santri, alumni, tokoh masyarakat, dan aktivis.
Dalam aksinya, AMI menyampaikan tiga tuntutan utama:
- Mendesak pemecatan Aboe Bakar Al-Habsyi
- Meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban atas tuduhan
- Mendorong penegakan hukum terkait dugaan pencemaran nama baik
AMI juga mengajak masyarakat Madura untuk ikut serta dalam aksi sebagai bentuk pembelaan terhadap kehormatan ulama dan pesantren.
Hingga saat ini, persiapan dan konsolidasi massa masih terus dilakukan menjelang aksi tersebut.(Dody)